Abdul Mannan


Sejarah FT UNM
Maret 22, 2008, 12:34 pm
Filed under: Uncategorized

SEJARAH SINGKAT FAKULTAS TEKNIK

UNIVERSITAS NEGERI MAKASSAR

(1964 – 2007)

 

Abd. Mannan

 

 

1.      LATAR BELAKANG BERDIRINYA.

 

Sejarah perkembangan Fakultas Teknik Universitas Negeri Makassar (FT UNM) tidak dapat dipisahkan dari sejarah perkembangan Universitas Negeri Makassar (UNM) sendiri sebagai induknya. Sedangkan sejarah UNM harus ditelusuri dari cikal bakalnya yaitu Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Hasanuddin (UNHAS) Ujung Pandang. Perubahan FKIP yang bernaung di bawah payung UNHAS menjadi IKIP yang berdiri sendiri adalah berdasarkan keputusan Presiden Republik Indonesia No.1 Tahun 1963 dan Keputusan bersama menteri PTIP dan Menteri P dan K No. 34/1964 dan No. 32/1964. Keputusan-keputusan ini diikuti lagi oleh SK Menteri PTIP No. 154 tahun 1964 yang menetapkan secara resmi bahwa FKIP terlepas dari Universitas Hasanuddin menjadi IKIP Cabang dengan nama IKIP Yogyakarta Cabang Makassar. Peralihan ini ditandai pula dengan timbang terima antara Rektor Universitas Hasanuddin dengan Presidium sementara IKIP Yogyakarta Cabang Makassar pada tanggal 23 Juli 1964 di Cibulan.

 

IKIP Cabang ini memiliki 4 (empat) Fakultas yaitu: Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP), Fakultas Keguruan Pengetahuan Sosial (FKPS), Fakultas Keguruan Sastra dan Seni (FKSS), dan Fakultas Keguruan Ilmu Eksakta (FKIE). Kemudian untuk memperjuangkan supaya IKIP Cabang tersebut dapat berdiri sendiri lepas dari IKIP Yogyakarta maka diharuskan memiliki 5 (lima) fakultas seperti IKIP lainnya. Untuk itu dibukalah Fakultas Keguruan Teknik (FKT) pada tanggal 1 September 1964. Setelah dianggap memenuhi syarat maka IKIP Yogyakarta Cabang Makassar diubah statusnya menjadi IKIP Makassar melalui SK Presiden RI Nomor 272 Tahun 1965 terhitung mulaI tanggal 5 Januari 1965. Dengan berubahnya status IKIP Makassar maka Fakultas Keguruan Teknik juga menjadi fakultas penuh dalam lingkungan IKIP Makassar.

 

2.   PERKEMBANGAN FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS NEGERI MAKASSAR (FT UNM)

Pembahasan tentang perkembangan FT UNM akan dibagi dalam 3 (tiga) masa, yaitu masa FKT (Fakultas Keguruan Teknik) IKIP Makassar, masa FPTK (Fakultas Pendidikan Teknologi dan Kejuruan) IKIP Ujung Pandang, dan masa Fakultas Teknik Universitas Negeri Makassar.

 

2.1      PERKEMBANGAN PADA MASA FKT IKIP MAKASSAR (1964-1983)

 

Pada periode ini FT UNM masih bernama FKT (Fakultas Keguruan Teknik) IKIP Makassar yang terdiri atas 2 (dua) jurusan yaitu : Jurusan Teknik Sipil dan Jurusan Teknik Mesin. Program Pendidikan terdiri atas Program Sarjana Muda dan Program Sarjana. Lama studi untuk program Sarjana Muda adalah 3 tahun dan untuk Program Sarjana 2 tahun sesudah Sarjana Muda. Mahasiswa harus menyelesaikan program Sarjana Muda terlebih dahulu baru dapat melanjutkan studi ke Program Sarjana. Mahasiswa yang telah menyelesaikan Program Sarjana Muda mendapat gelar B.A. (Bachelor of Art) sedangkan yang telah menyelesaikan program Sarjana mendapat gelar Drs. (Doctorandus). Era FKT  dibagi pula dalam beberapa periode menurut periode masa jabatan pimpinan fakultas. Periode-periode tersebut adalah periode 1 September 1964 s.d. 5 Februari 1965, 1965-1967, 1967-1969, 1969-1971, 1971-1973, 1973-1975, 1975-1977, 1977-1979, dan 1979-1983

 

2.1.1  PERIODE 1 SEPTEMBER 1964 – 5 FEBRUARI 1965

 

Pada periode yang singkat ini IKIP Makassar masih berstatus cabang dari IKIP Yogyakarta dan fakultas-fakultasnya juga berstatus fakultas cabang. Pada periode ini FKT dipimpin oleh Ir. RAMLI TJAMBARI SAKA sebagai Dekan Muda dan Drs. A. BAKRY ASRIB sebagai Sekretaris. Kantor Fakultas bertempat di Jl. Mesjid Raya No. 25 (ex Kantor FKIP UNHAS). Pegawai administrasi yang dimiliki pada mulanya hanya 4 (empat) orang yaitu mantan karyawan FKIP UNHAS bagian Urusan Kemahasiswaan. Perlengkapan administrasi masih sangat minim.

 

Pada tahun pertama (1964) FKT menerima mahasiswa baru sebanyak 79 orang yaitu 53 orang untuk Jurusan Teknik Mesin dan 26 orang untuk Jurusan Teknik Sipil. Perkuliahan dilaksanakan di Gedung SMA Zuster Rajawali Jl. Lamadukkelleng. Praktikum Fisika dilaksanakan di Fakultas Kedokteran UNHAS. Kurikulum yang digunakan agak mirip dengan kurikulum Fakultas Teknik UNHAS, hanya ditambah dengan matakuliah kependidikan. Dosen-dosen yang mengasuh mata kuliah jurusan (bidang studi) mayoritas berasal dari Fakultas Teknik UNHAS, kemudian sisanya berasal dari instansi yang relevan. PU, PLTU, KONATAL dsb. Sedangkan untuk mata kuliah umum dan kependidikan pada umumnya diasuh oleh dosen-dosen dari fakultas lain dalam lingkungan IKIP Makassar.

 

2.1.2  PERIODE 1965-1967.

 

Oleh karena IKIP Makassar berubah statusnya dari IKIP Cabang menjadi IKIP yang berdiri sendiri terhitung mulai tanggal 5 Januari 1965 maka fakultas-fakultas juga berubah status menjadi fakultas penuh. Berdasarkan perubahan status itu FKT memilih pimpinan fakultas untuk masa jabatan1965-1967. Pimpinan tersebut adalah IR. RAMLI TJAMBARI SAKA sebagai Dekan, Drs. R. Martojo sebagai Pembantu Dekan I, IR. MOH.RAMLI sebagai Pembantu Dekan II, dan DRS. A. BAKRY ASRIB sebagai Pembantu Dekan III. Tetapi karena Ir. Ramli Tjambari Saka kemudian berangkat ke luar negeri sebelum masa jabatan berakhir, maka diadakan reshuffle pimpinan fakultas dengan susunan sebagai berikut: Drs. R. MARTOJO sebagai Dekan, IR. ARIEFUDDIN RESSANG sebagai Pembantu Dekan I, IR. MOH. RAMLI sebagai Pembantu Dekan II, dan Drs. A. BAKRY ASRIB sebagai Pembantu Dekan III.

 

Pada periode ini FKT menerima mahasiswa baru sebanyak 83 orang pada tahun akademik 1965/1966 dan 98 orang tahun akademik1967. Jumlah mahasiswa seluruhnya (lama + baru) yang terdaftar pada tahun akademik 1967 adalah 147 orang. Jumlah drop out pada masa itu memang cukup banyak. Pada tahun 1966 kantor fakultas dipindahkan ke Jl. Gunung Batu Putih (sekarang Jl. Syarif Al Qadri) No. 34.       

 

2.1.3  PERIODE 1967-1969.

 

Pada periode ini FKT dipimpin oleh DRS. R. MARTOJO sebagai Dekan, DRA. NY. S. SOEWONDO sebagai Pembantu Dekan I, Drs. A. BAKRY ASRIB sebagai Pembantu Dekan II dan DRS. M. SAID MUCHTAR sebagai Pembantu Dekan III. Fakultas menerima mahasiswa baru sebanyak 49 orang pada tahun  1968 yang merupakan penerimaan mahasiswa angkatan keempat (jumlah terkecil dibandingkan tiga tahun sebelumnya) tetapi pada tahun berikutnya (1969) jumlah mahasiswa baru yang diterima melonjak menjadi 101 orang (angkatan kelima).

 

Pada periode ini FKT telah mencetak beberapa orang Sarjana Muda, yaitu pada tahun 1968 sebanyak 5 orang dari Jurusan Pendidikan TeknikMesin dan 3 orang dari Jurusan Pendidikan Teknik Sipil, kemudian pada tahun 1969 sebanyak 9 orang lagi dari jurusan Teknik Mesin. Sarjana Muda pertama yang dihasilkan adalah M. Junus, BA. Jadi pada priode ini FKT telah menghasilkan 17 orang Sarjana Muda. Sebagian besar alumni ini langsung diserap oleh lapangan kerja sehingga tidak melanjutkan ke Program Sarjana.

 

2.1.4  PERIODE 1969-1971.

Pada periode ini pimpinan lama  terpilih kembali tanpa perubahan susunan untuk 2 tahun masa jabatan (1969-1971). FKT dikembangkan terus menerus dalam  berbagai segi misalnya pelaksanaan perkuliahan, perlengkapan administrasi, dan pengangkatan tenaga edukatif. Pada tahun 1970 jumlah mahasiswa (lama + baru) yang terdaftar sebanyak 269 orang kemudian pada tahun 1971 sebanyak 257 orang. Pada tahun 1970 dihasilkan 4 orang sarjana muda kemudian pada tahun 1971 sebanyak 6 orang.

Pada akhir periode ini kantor FKT dipindahkan ke Gunung Sari Baru. FKT diberikan sebuah gedung yang digunakan sebagai kantor, tempat kuliah, praktikum, dan kegiatan kemahasiswaan. Gedung yang dimaksud adalah Gedung K. Pada saat itu fakultas telah memiliki sejumlah alat laboratorium/workshop dan buku-buku untuk perpustakaan.

Kalau pada periode-periode sebelumnya FKT hanya memiliki 4 orang tenaga edukatif tetap yaitu Drs. R Martojo, Drs. Said Muchtar, M. Said Wela, B.A, dan M. Taufieq, B.A maka pada periode ini diusulkan 6 orang lagi dari lulusan sarjana muda FKT dan 1 orang dari fakultas teknik UNHAS untuk diangkat menjadi tenaga edukatif tetap. Ketujuh orang tersebut adalah M. Junus, B.A, Marzuki Dilla, B.A, Abbas Lasse, B.A, Abd. Mannan B.A, Andi Chairuddin, B.A, Ariefuddin, B.A, dan Misbahuddin Tonro. Mereka ini kemudian mendapat SK pengangkatan CPNS pada tahun 1970 dan merupakan pemula-pemula tenaga edukatif tetap beserta keempat orang yang telah disebutkan.

 

Pimpinan fakultas juga sangat memperhatikan penyelesaian studi tenaga edukatif yang masih berstatus Asisten. Oleh karena penyelesaian studi pada Jurusan Teknik Sipil nampaknya agak lambat karena berbagai hal maka dua orang tenaga edukatif Teknik Sipil (M. Said Wela, B.A dan Ariefuddin, B.A) ditugasi ke FKT IKIP Yogyakarta untuk menyelesaikan studi tingkat Sarjana.

 

2.1.5  PERIODE 1971-1973.

FKT dipimpin oleh DRS. M. SAID MUCHTAR sebagai Dekan dan DRS. A. BAKRY ASRIB sebagai sekretaris. Personalia pimpinan kali ini mengikuti struktur baru.

Pada periode ini FKT dapat menambah lagi lulusan sarjana muda sebanyak 13 orang. Bahkan pada periode ini FKT telah berhasil mencetak enam orang sarjana lengkap. Keenam orang sarjana tersebut adalah DRS. SLAMET TACHJAR, DRS. ABD. MANNAN, DRS. A. CHAIRUDDIN, DRS. M. JUNUS, DRS.M.TAUFIEQ dan DRS. SLAMET SUBARI. Sarjana pertama adalah Drs. Slamet Tachyar yang lulus pada akhir tahun 1971. Kelima lainnya lulus pada tahun 1972. Keenam sarjana pertama ini semuanya diangkat menjadi tenaga edukatif tetap di fakultas.

Dalam periode ini juga mahasiswa FKT beserta beberapa dosen pembimbing mengadakan studi banding di Pulau Jawa. Lembaga yang dikunjungi adalah FKT IKIP Surabaya, FKT IKIP Yogyakarta, FKT IKIP Semarang, FKT IKIP Bandung, STM Pembangunan Yogyakarta, dan STM Pembangunan Semarang. Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil juga mengadakan studi ekskursi ke daerah-daerah kabupaten di Sulawesi Selatan untuk mempelajari secara dekat pembangunan dan rehabilitasi jalan dan jembatan di daerah-daerah tersebut. 

 

2.1.6 PERIODE 1973-1975.

DRS. M. SAID MUCHTAR dan DRS. A. BAKRY ASRIB  terpilih kembali sebagai Dekan dan sekretaris FKT pada periode ini. Pada tahun 1975 terdaftar sebanyak 344 mahasiswa. Sarjana muda yang dihasilkan pada periode ini berjumlah 25 orang dan Sarjana Lengkap berjumlah 8 orang.

Penambahan tenaga edukatif terus diusahakan dengan mengusulkan lulusan-lulusan sarjana muda dan sarjana FKT dan lulusan perguruan tinggi lain yang relevan untuk diangkat menjadi tenaga edukatif.

 

Pimpinan fakultas tetap memperhatikan penyelesaian studi mahasiswa. Oleh karena penyelesaian studi pada Jurusan Teknik Sipil agak terhambat seperti yang telah dikemukakan maka pimpinan fakultas membentuk tim yang terdiri dari dosen-dosen jurusan untuk meningkatkan frekuensi perkuliahan dan intensitas bimbingan. Upaya ini ternyata cukup berhasil sehingga hambatan yang ada dapat teratasi.

 

2.1.7 PERIODE 1975-1977.

Untuk ketiga kalinya DRS. M. SAID MUCHTAR terpilih kembali sebagai dekan. Kali ini dibantu oleh DRS. M. JUNUS sebagai sekretaris yang merupakan alumni pertama fakultas yang menjadi pimpinan. Tetapi kali ini juga fakultas merasa sangat kehilangan karena berhentinya Drs H. A. Bakry Asrib sebagai pimpinan fakultas. Beliau benar-benar telah mencurahkan segala perhatian, pikiran, dan tenaga untuk mengembangkan fakultas mulai dari awal berdirinya. Sejumlah alumni pertama fakultas yang diangkat menjadi tenaga edukatif tetap seperti yang telah dikemukakan berada di bawah binaan langsung beliau mulai dari saat masih berstatus mahasiswa, pengusulan menjadi tenaga edukatif tetap, dan setelah terangkat. Mereka dijadikan satu tim kerja dalam pengembangan fakultas. Beliau juga menggunakan hubungan baik dengan pimpinan institut dan kawan-kawan beliau untuk memperoleh dukungan dalam pengembangan fakultas. Beliau berhenti menjadi pimpinan pada saat tenaga-tenaga muda yang ada belum siap betul.

Jumlah mahasiswa yang terdaftar pada tahun 1976 adalah 379 orang dan pada tahun 1977 sebanyak 460 orang. Jumlah sarjana muda yang dihasilkan 24 orang dan sarjana lengkap 60 orang.

Mulai pada tahun 1975 FKT melaksanakan sistem perkuliahan yang dikenal dengan nama perkuliahan sistem kredit. Perkuliahan dengan sistem kredit ini dimaksudkan untuk mengurangi drop out, karena dengan sistem ini mahasiswa tidak perlu ditahan pada suatu tingkat hanya karena ketinggalan satu atau dua mata kuliah, tetapi dapat terus melanjutkan dengan mengambil sejumlah kredit menurut semester yang sedang berjalan. Pada periode ini selain menambah jumlah tenaga edukatif juga diusahakan peningkatan kualifikasi tenaga edukatif dengan mengikutkan mereka pada penataran-penataran. Memasuki periode ini FKT telah memiliki 20 orang tenaga edukatif. Pada tahun 1976 seorang tenaga edukatif mengikuti latihan pengajaran perguruan tinggi di University of New South Wales, Sydney, Australia.

Pada tahun 1977 FKT dipercayakan mengasuh PGSLP yang disempurnakan Jurusan Keterampilan Teknik. Pada periode ini juga kantor FKT dipindahkan ke gedung C sehingga gedung K seluruhnya digunakan untuk kegiatan perkuliahan. Kemudian FKT mendapat satu gedung baru untuk laboratorium workshop yang berdampingan dengan gedung K.

 

2.1.8 PERIODE 1977-1979

Pada periode ini FKT dipimpin oleh DRS. ABDULLAH DP, sebagai dekan dan DRS. M. JUNUS sebagai sekertaris. Sebelum periode ini berakhir maka struktur pimpinan fakultas dikembalikan kepada struktur lama yaitu jabatan sekretaris diganti dengan tiga pembantu dekan. Untuk itu diadakan pemilihan pembantu-pembatu dekan sehingga personalia pimpinan adalah  DRS. ABDULLAH DP sebagai dekan, DRS ABD. MANNAN sebagai pembantu dekan I, DRS. M. JUNUS sebagai pembantu dekan II, dan DRS. A. CHAIRUDDIN sebagai pembantu dekan III.

Pada periode ini mulai diimplementasikan Sistem Departementalisasi. Sistem ini membedakan antara organisasi pelayanan dengan organisasi program. Fakultas dibagi dalam departemen-departemen dan program-program bidang studi. Dalam hal ini program bidang studi yang menentukan mata-mata kuliah apa yang harus diambil mahasiswa untuk menyelesaikan suatu program pendidikan, kemudian departemen yang melaksanakan pelayanan pengajaran.

FKT terdiri dari 3 departemen dan 6 program bidang studi yaitu:

1.      Departemen Teknik Sipil, melayani dua program bidang studi:

-    Teknik Sipil

-    Teknik Arsitektur

2.      Departemen Teknik Mesin, melayani tiga program bidang studi:     -

      -  Teknik Mesin Konstruksi

-    Teknik Mesin Produksi

-    Teknik Mesin Otomatif

3.      Departemen Teknik Elektro melayani program studi :

-    Teknik Elektro

Berbagai kemajuan dicapai FKT pada periode ini. Jumlah program studi yang diasuh semakin banyak. Pada tahun akademik 1978/1979 jumlah mahasiswa yang mendaftar 695 orang. Pada periode ini juga FKT juga mengasuh empat kelas PGSLP yang Disempurnakan khusus Jurusan Keterampilan Teknik. Mahasiswa-mahasiswanya adalah utusan dari Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah, Maluku, Irian Jaya, Sulawesi Tenggara, dan dari Sulawesi Selatan sendiri. PGSLP ini kemudian menjadi Program diploma (D1, D2, dan D3) mulai tahun 1979.

Pada saat ini juga Program Sarjana (S1) dimulai dengan masa studi 4 tahun. Dengan demikian program lama (Sarjana Muda dan Sarjana) ditutup. Tetapi mahasiswa-mahasiswa yang telah terdaftar pada program lama tetap diperkenalkan melanjutkan studi pada program lama tersebut. Ternyata dari tahun 1979 sampai dengan tahun 1983 masih ada 125 orang sarjana muda yang dihasilkan.

Pada waktu yang bersamaan diberlakukan sistem mayor dan minor yaitu disamping kewenangan mengajar pada bidang studi utama (mayor) mahasiswa juga harus memilih kewenangan mengajar pada bidang studi kedua (minor). Jurusan yang banyak diminati mahasiswa minor adalah Jurusan Teknik Otomotif yang banyak dipilih oleh mahasiswa dalam lingkungan  FKT dan Jurusan PKK yang banyak dipilih oleh mahasiswa dari luar lingkungan FKT utamanya putri.

Untuk mengembangkan penalaran mahasiswa maka diberikan kesempatan kepada mereka melaksanakan penelitian dan seminar yang kemudian dikenal dengan nama penelitian institusional dan seminar akademik. Penelitian dan seminar akademik diatur sehingga semua mahasiswa dapat dilibatkan sekurang-kurangnya sekali sekali selama berada di FKT.  

 

2.1.9 PERIODE 1979-1983

Periode ini merupakan periode kepemimpinan DRS.M.JUNUS sebagai dekan yang didampingi oleh DRS.M. SAID WELA sebagai pembantu dekan I, DRS.ABD MANNAN sebagai pembantu dekan II dan DRS.A.CHAIRUDDIN sebagai pembantu dekan III.

Perkembangan FKT berjalan dengan pesat. Pada periode ini FKT bukan hanya mengasuh program S1 tetapi juga program Diploma. Pada tahun akademik 1979/1980 FKT menerima 34 orang mahasiswa program Diploma satu (D1) dan 24 orang program Diploma tiga (D3). Jumlah mahasiswa meningkat terus, yaitu mencapai seribu orang lebih. Jumlah sarjana yang dihasilkan juga semakin meningkat, yaitu sebanyak 25 orang sarjana muda dan 78 orang sarjana lengkap. Disamping itu juga ditamatkan sebanyak 275 orang program diploma. Pelaksanaan penelitian dan pengabdian pada masyarakat baik oleh dosen maupun mahasiswa terus digalakkan dengan menggunakan dana yang tersedia. Penambahan tenaga edukatif dan tenaga administrasi juga tetap dilaksanakan. Pada akhir periode ini jumlah tenaga edukatif tetap yang dimiliki telah mencapai 50 orang lebih.

Pada periode ini juga FKT mendapat kepercayaan untuk menatar guru-guru keterampilan SPG se-wilayah timur Indonesia yang dilaksanakan dua kali angkatan. 

 

 

2.2   Perkembangan pada masa FPTK IKIP Ujung Pandang (1983-1999)

Periode ini dimulai pada saat FKT diubah namanya menjadi FPTK (Fakultas Pendidikan Teknologi dan Kejuruan). Pada periode ini juga Jurusan Pendidikan Kesejahteraan Keluarga (PKK) yang semula bernaung di bawah Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) dialihkan ke FPTK. Mulai saat ini juga kembali digunakan sistem jurusan.

Berdasarkan SK. Dirjen Dikti No. 65/DIKTI/KEP/1984 maka FPTK-IKIP Ujung Pandang memiliki 6 (enam) jurusan sebagai berikut :

1.      Jurusan Pendidikan Teknik Elektro

2.      Jurusan Pendidikan Teknik Elektronika

3.      Jurusan Pendidikan Teknik Otomotip

4.      Jurusan Pendidikan Teknik Mesin

5.      Jurusan Pendidikan Teknik Bangunan

6.      Jurusan Pendidikan Kesejahteraan Keluarga dengan Program Bidang Studi:

a.       Pendidikan Tata Boga

b.      Pendidikan Tata Busana

 

Sejak memasuki periode ini sudah lima kali diadakan pemilihan pimpinan Fakultas yaitu untuk masa jabatan 1983-1986, 1986-1989, 1989-1992, 1992-1996, dan 1996-2000.

 

2.2.1  Periode 1983-1986

Untuk kedua kalinya Drs. M. Junus terpilih sebagai Dekan. Kali ini beliau didampingi oleh Drs. M. Said Wela sebagai Pembantu Dekan I, Drs. Slamet Subari sebagai Pembantu Dekan II, dan Drs. A.Chairuddin sebagai Pembantu Dekan III.

 

Pengembangan FPTK di segala bidang terus digalakkan. Tenaga edukatif tetap terus diusahakan penambahannya. Pada tahun 1986 jumlah tenaga edukatif tetap yang dimiliki sebanyak 112 orang. Hal ini menempatkan FPTK sebagai Fakultas yang terbanyak dosen tetapnya dalam lingkungan IKIP Ujung Pandang.

 

Produksi sarjana juga terus meningkat pada periode ini yaitu pada tahun 1983/1984 sebanyak 163 orang, tahun 1984/1985 sebanyak 211orang, dan tahun 1985/1986 sebanyak 228 orang.

 

Pada periode ini beberapa orang dosen mengikuti pendidikan Pasca Sarjana baik di dalam maupun di luar negeri, antara lain dua orang mengikuti program Master dan satu orang program Doktor di Amerika Serikat.

 

Pada periode ini juga FPTK-IKIP Ujung Pandang mulai mendapat perhatian proyek pengembangan FPTK Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. Proyek ini memilih  FPTK-IKIP Ujung Pandang bersama dengan FPTK-IKIP Jakarta dan FPTK-IKIP Surabaya untuk dikembangkan seperti halnya dengan FPTK-IKIP Yogyakarta dan FPTK-IKIP Padang yang sudah terlebih dahulu dikembangkan. Setelah diadakan penjajakan yang matang maka beberapa langkah persiapan dilaksanakan antara lain :

-    Mengutus 10 dosen ke FPTK-IKIP Yogyakarta untuk mengikuti Penataran Skill.

-    Mengadakan penataran Teaching Method menggunakan penatar dari FPTK-IKIP Padang yang diikuti 45 orang dosen.  

Dalam periode ini 6 orang dosen mengikuti penataran/lokakarya Keterampilan Teknik yang diadakan oleh P2LPTK/Bank Dunia XI di Jakarta. Pada penataran ini seorang dosen FPTK-IKIP Ujung Pandang (Drs.M. Taufiq Nuta) bertugas sebagai penatar. Penlok yang serupa untuk jurusan PKK, diikuti oleh beberapa dosen PKK IKIP Ujung Pandang dan dua orang diantaranya bertindak sebagai penatar, yaitu Dra. Nurdiah Maming dan Dra.Nies Djuarni.

 

            Kantor FPTK dipindahkan lagi ke Kampus Timur Gunung Sari (sebelah timur Jl. A. P. Pettarani). Di kantor yang baru ini, jumlah ruangan yang tersedia cukup banyak sehingga pelaksanaan pelayanan administrasi dapat berjalan dengan lancar.

 

2.2.2  Periode 1986-1989

Pada periode ini FPTK dipimpin oleh: Drs.H.M.Said Wela sebagai Dekan, Drs. Slamet Tachjar sebagai Pembantu Dekan I, Drs. Slamet Subari sebagai Pembantu Dekan II, Drs. M. Taufieq Nuta sebagai Pembantu Dekan III. Drs. Slamet Subari kemudian diganti oleh Drs.H.Ariefuddin  sebagai Pembantu Dekan II karena beliau pindah ke FPTK-IKIP Surabaya sebelum selesai masa jabatannya.

Produksi Sarjana (S1) pada periode ini cukup banyak yaitu pada tahun 1986/1987 sebanyak 305 orang, tahun 1987/1988 sebanyak 213 orang dan tahun 1988/1989 sebanyak 240 orang. Pada periode ini juga telah kembali beberapa orang dosen yang telah menyelesaikan studi S2 dan S3 pada perguruan tinggi dalam maupun luar negeri. Mereka yang kembali adalah 1 orang Doktor dan dua orang Master dari Amerika Serikat, dua orang Magister Pendidikan dari IKIP-Yogyakarta dan satu orang magister sains dari UNHAS. Kemudian satu orang selesai mengikuti pendidikan Non Gelar di Jepang. Disamping yang datang juga berangkat beberapa orang lagi pada periode ini yaitu tiga orang ke IKIP Yogyakarta dan dua orang ke UNHAS.

 

Pada awal tahun 1987 kantor FPTK dipindahkan ke Kampus Parang Tambung. Di kampus ini FPTK mendapat 4 buah gedung. Sebuah gedung induk berlantai 3 untuk kantor, ruang kaliah, laboratorium, studio gambar, ruang dosen, ruang rapat, ruang Dharma Wanita dan ruang SEMA/BPM, sebuah gedung laboratorium jurusan PKK, sebuah gedung laboratorium jurusan PTO, dan sebuah gedung laboratorium jurusan PTB.

Periode ini penuh dengan kesibukan mempersiapkan pengembangan FPTK sebagai lanjutan program yang telah dirintis pada periode sebelumnya. Koordinator Proyek Pengembangan FPTK bolak-balik Jakarta-Ujung Pandang untuk bersama-sama dengan FPTK-IKIP Ujung Pandang menyelesaikan persiapan-persiapan yang diperlukan, misalnya menyusun daftar kebutuhan alat-alat laboratorium/workshop. Pada mulanya proyek tersebut direncanakan dibiayai bersama UNDP (United Nation Development Programe) dan pemerintah Indonesia. Teta berhubung karena pemerintah mengalami kesulitan dalam menyiapkan dana pendamping maka UNDP menghentikan buat sementara bantuannya. Koordinator Proyek yang berkedudukan di Jakarta tidak tinggal diam tetapi berusaha mencari sumber lain yang akhirnya berhasil memperoleh bantuan alat dari Exim Bank.

Untuk menyambut bantuan dari Exim Bank ini maka dibuat persiapan-persiapan sepenuhnya antara antara lain:

1.      Merevisi kurikulum jurusan-jurusan untuk menyesuaikan dengan kurikulum yang telah dikembangkan proyek dan telah diimplementasikan pada FPTK IKIP Yogyakarta dan Padang.

2.      Memodifikasi ruang kuliah di gedung FPTK Kampus Parang Tambung menjadi ruang laboratorium sekali gus untuk menampung peralatan yang diperoleh dari proyek nantinya.

Peralatan yang ditunggu akhirnya tiba juga mulai awal tahun 1989. Pada tanggal 15 sampai tanggal 17 Nopember 1989 FPTK-IKIP Ujung Pandang menjadi tuan rumah Rapat Kerja Pengembangan FPTK-IKIP Jakarta, Surabaya, dan Ujung Pandang. Dalam rapat kerja ini diputuskan bahwa dosen-dosen teknologi FPTK-IKIP Jakarta, Surabaya dan Ujung Pandang akan mendapat penataran Skill dan Teaching  Method di  FPTK IKIP Yogyakarta dan Padang. Sebagai realisasi keputusan ini maka 10 orang dosen diberangkatkan ke Yogyakarta dan 9 orang ke Padang untuk mengikuti penataran skill (keterampilan melaksanakan pengajaran praktek) sesuai dengan jurusan masing-masing. Kemudian 5 orang dosen diberangkatkan ke Yogyakarta dan 6 orang ke Padang untuk mengikuti penataran teaching method pada bulan Januari 1989.

Selain penataran yang diikuti pada kedua tempat tersebut maka FPTK-IKIP Ujung Pandang juga melaksanakan sendiri penataran Teaching Method untuk kedua kalinya yang diikuti 45 orang dosen. Kali ini penatar yang digunakan dari kalangan sendiri yang merupakan lepasan penataran angkatan pertama. Disamping itu, fakultas juga mengadakan kursus Bahasa Inggris bagi sejumlah dosen dengan tenaga pengajar dari Jurusan Bahasa Inggris FPBS IKIP Ujung Pandang. Beberapa dosen juga diikutkan kursus di UNHAS.

Pada akhir periode ini diberangkatkan sejumlah dosen untuk mengikuti penataran keterampilan di Mataram (UNRAM), FPTK-IKIP Yogyakarta, dan FPTK-IKIP Padang yang merupakan lanjutan dari penataran-penataran sebelumnya. Begitu pula lima orang dosen  mengikuti penataran Teaching Method tingkat lanjutan di FPTK-IKIP Padang dan enam orang di FPTK-IKIP Yogyakarta.

 

           Pada periode ini FPTK sempat melakukan kegiatan akbar yaitu Reuni Alumni yang dirangkaikan dengan Seminar Pendidikan Teknologi dan Kejurtuan. Baik reuni maupun seminarnya cukup ramai diikuti alumni yang bekerja di luar fakultas.

           

            FPTK juga semakin mendapat kepercayaan lembaga pendidikan/pelatihan. Mulai pada periode ini Depnaker meminta bantuan FPTK IKIP Ujung Pandang untuk pelaksanaan pendidikan instruktur D2 dan D3 yang dilaksanakan di BLK Ujung Pandang. Kegiatan ini berlangsung beberapa angkatan, baik pada priode ini, maupun pada periode-periode berikutnya. Kerjasama ini hanya terbatas pada penggunaan tenaga pengajar FPTK utamanya pada matakuliah-matakuliah kependidikan/instruksional.

   

2.2.3  Periode 1989-1992

Drs. M. Junus memegang tampuk pimpinan FPTK sebagai Dekan pada periode ini. Kali ini beliau didampingi Drs. Abd. Mannan, MA, sebagai Pembantu Dekan I, Drs. H. Ariefuddin sebagai Pembantu Dekan II, dan Drs. Slamet Tachjar sebagai Pembantu Dekan III. Sebelum berakhir masa jabatannya Drs. Slamet Tachyar mengikuti pendidikan S2 sehinggga dipilih Drs. H.M Arsyad Djaropi sebagai penggantinya. Pekerjaan-pekerjaan yang dilaksanakan pada umumnya merupakan lanjutan dari pekerjaan yang telah dilaksanakan pada periode-periode sebelumnya.

Alat-alat bantuan pemerintah Australia juga sudah tiba di FPTK dan dibenahi bersama dengan pihak rekanan (PT. Mega Eltra) dan pihak Australia. Untuk menangani alat-alat dari Australia  tersebut telah dikirim sebanyak 12 orang dosen mengikuti penataran di Jakarta. Pelatihan ini ditangani langsung oleh tenaga-tenaga ahli dari Australia. Mereka berasal dari International Development Program of  Australian Universities and College yang ditugasi ke Indonesia untuk membantu pelaksanaan Proyek Peralatan Universitas Indonesia di bagian timur (Eastern Universities Equipment Project) khusus komponen IKIP

Sebagai tindak lanjut penataran di Jakarta tersebut maka ke 12 orang yang telah mengikuti penataran ditugasi untuk menularkan pengetahuannya kepada rekan-rekan dosen lainnya sebagai penatar. Untuk itu dilaksanakan penataran yang diikuti 24 orang dosen dan 13 orang tenaga laboran. Ke-12 orang penatar lokal tersebut disupervisi oleh tiga orang tenaga ahli dari Australia yaitu Jim Jones untuk Elektro/Elektronika, Rodney Gibb untuk Otomotip dan John Murrey untuk Mesin. Sebelumnya yaitu dari tanggal 16 Juli s.d 7 Agustus 1990 FPTK telah melaksanakan Penataran Teaching Method angkatan III yang dikuti oleh 32 orang dosen.Penatar adalah mereka yang telah mengikuti penataran teaching method tingkat lanjutan  (semacam t.o.t.) di Padang dan Yogyakarta. Sejumlah dosen juga masih ditugasi mengikuti penataran skill dan teaching method di Padang dan Yogyakarta.

            Berbagai penataran lainnya juga diadakan seperti penataran Bahasa Inggris dan penataran metodologi penelitian bagi dosen-dosen. Sampai pada periode ini keterlibatan FPTK pada kegiatan penelitian dan pengabdian pada masyarakat sudah cukup diperhitungkan, bahkan cukup mendominasi kegiatan pengabdian pada masyarakat.

 

2.2.4        Periode 1992-1996

            Periode ini  tetap dipimpin oleh Drs. M. Junus sebagai Dekan dan  dibantu oleh Drs. Abd. Mannan, M.A sebagai Pembantu Dekan I, Drs. H. Andi Chairuddin sebagai Pembantu Dekan II, dan Drs. H. Arsyad Djaropi sebagai Pembantu Dekan III.

            Pada tahun 1994 FPTK menjadi tuan rumah pelaksanaan  Temu Karya VI Forum Komunikasi FPTK IKIP dan JPTK Universitas se-Indonesia. Topik yang dibahas pada temu karya ini merupakan bagian mata rantai yang saling berhubungan dan berkelanjutan dari topik-topik yang dibahas pada temu karya – temu karya sebelumnya. Pada Temu Karya IV di Yogyakarta dibahas masalah kurikulum yang fleksibel yang memungkinkan lulusan dapat berkarya pada bidang lain di luar pendidikan/keguruan. Direktur Binsarak Depdikbud menawarkan program ganda yang memungkinkan lulusan FPTK memiliki kemampuan teknik setara dengan lulusan D3 politeknik. Temu Karya V di Semarang membahas masalah peningkatan kualitas lulusan untuk menjawab tantangan era tinggal landas, terutama memantapkan penyesuaian program pendidikan dengan kebutuhan di lapangan. Selanjutnya Temu Karya VI di Ujung Pandang membahas masalah kerjasama FPTK dan industri dalam pembinaan kurikulum. Dari kerjasama ini diharapkan lulusan FPTK/JPTK memiliki pengalaman empiris di dunia kerja dan masyarakat industri. Topik ini kemudian dipertajam pada Temu Karya VII di Surabaya yang membahas lebih jauh tentang link & match yaitu keterkaitan dan kesepadanan antara pendidikan di FPTK/JPTK dengan dunia kerja di industri.

 

            Hasil pembahasan serangkaian temu karya tersebut dijadikan rujukan oleh FPTK dalam membenahi kurikulumnya. Kebetulan pula pada saat yang bersamaan digulirkan keinginan IKIP Ujung Pandang berubah menjadi universitas. Dengan demikian pada periode ini kegiatan yang banyak menyerap waktu dan tenaga adalah pembenahan kurikulum dan pendukung pelaksanaannya sebagai pelengkap proposal konversi IKIP Ujung Pandang menjadi universitas.

 

            Peristiwa penting lainnya yang patut dicatat pada periode ini adalah penandatanganan MOU antara FPTK dan Depnaker mengenai penyetaraan ke S1 karyawan-karyawanDepnaker yang berijazah D3.

 

2.2.5        Periode 1996-2000

            Periode ini dipimpin oleh Drs. H. Abd. Mannan, M.A. sebagai Dekan, Drs. Slamet Tachyar, MS sebagai Pembantu Dekan I, Drs. H. Andi Chairuddin, MS sebagai Pembantu Dekan II, dan Drs. H.M.Arsyad Djaropi sebagai Pembantu Dekan III.

            Periode ini juga merupakan periode yang sibuk dengan kegiatan sebagai berikut:

1) Melanjutkan penyusunan kelengkapan proposal konversi IKIP Ujung Pandang menjadi universitas. Untuk memenuhi persyaratan konversi yaitu memiliki sekurang-kurangnya tiga fakultas eksakta maka FPTK disarankan dipecah menjadi tiga fakultas yaitu: Fakultas Teknik, Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan, dan Fakultas Teknologi Kerumahtanggaan. Proposal telah disiapkan tetapi tidak disetujui Jakarta sehingga FPTK tetap utuh sampai sekarang dengan nama Fakultas Teknik.

2) Menyelesaikan penyusunan borang akreditasi program studi yang kemudian berhasil mengantarkan semua program studi dalam lingkungan FPTK mencapai akreditasi ‘B’.

           

            Berbagai kerjasama dengan pihak luar dilaksanakan pada periode ini:

1)      Kerjasama dengan Depnaker untuk melaksanakn pendidikan program S1 (penyetaraan) bagi instruktur  BLK se- Indonesia yang berijazah D3  (MOU ditandatangani pada priode sebelumnya). Mahasiswa terdaftar sebagai mahasiswa UNM.

2)      Kerjasama baru dengan Depnaker untuk pendidikan tenisi D3 (setara politeknik) bertempat di BLK Ujung Pandang. Mahasiswa terdaftar sebagai mahasiswa UNM

3)      Kerjasama dengan Ditjen Dikdasmen untuk penataran Perawatan Preventif Sarana dan Prasarana Sekolah Menengah Umum yang diikuti oeh para Wakasek Bidang Sarana Prasarana. Penataran ini dilakukan sebanyak 7 angkatan.

4)      Kerjasama dengan P5D Bandung untuk penyusunan proposal dan evaluasi kelayakan pembukaan Program Diploma Tiga setara politeknik di FPTK IKIP Ujung Pandang dalam rangka konversai.

5)      Kerjasama dengan Politeknik Bandung (Polban) untuk pelatihan keterampilan bagi dosen-dosen FPTK IKIP Ujung Pandang semua jurusan (salah satu persyaratan pembukaan Program Diploma Tiga setara politeknik yang disepakati dengan P5D)

 

Disamping kerjasama tersebut pembenahan ke dalam juga diupayakan seperti peningkatan pelaksanaan kegiatan akademik, penyusunan agenda penelitian dan pengabdian kepada masyarakat. dan pembentukan tim penjajakan kerjasama dengan industri dan SMK. Tim yang disebutkan terakhir ini belum sempat bekerja sampai periode berakhir.

Patut dicatat bahwa periode ini merupakan akhir era FPTK sekaligus merupakan awal era berikutnya (era FT UNM?) dengan diresmikannya IKIP Ujung Pandang menjadi Universitas Negeri Makassar (UNM) pada tanggal 31 Agustus 1999 oleh Presiden Habibie di Istana Negara.

 

About these ads

Tinggalkan sebuah Komentar so far
Tinggalkan komentar



Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s



Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: